Sudah sering kita mendengar orang mengatakan “jangan lakukan ini, dan itu! Karena Rasulullah ﷺ tidak melakukannya.” Lantas benarkan demikian? Yakni apakah benar semua hal yang ditinggalkan Rasulullah ﷺ udah pasti berart haram untuk kita lakukan?

Jawabnya BELUM TENTU. Semua hal yang tidak dilakukan Rasulullah ﷺ belum tentu itu haram bagi kita dan belum tentu pula makruh bagi kita. Karena terkadang Rasulullah ﷺ  meninggalkan hal tertentu karena ada alasan tertentu.

Ada beberapa hal yang Rasulullah ﷺ  tidak melakukannya dan ternyata para ulama bersepakat bahwa hal tersebut tidak haram ataupun sekedar makruh bagi kita. Di antaranya berikut ini:

  1. Rasulullah ﷺ meninggalkannya karena alasan adat semata.

Misalnya adalah pada suatu hari ketika Rasulullah ﷺ dijamu dengan hidangan daging hewan dlob (Uromastyx) sejenis hewan kadal agamid afrika asia. ketika Rasulullah ﷺ hendak mengambil daging tersebut, tiba-tiba diberitahu oleh wanita yang ada di situ bahwa daging tersebut adalah daging dlob, seketika saja Rasulullah menarik tangan beliau Kembali dan tidak jadi mengambilnya. Sontak semuanya heran. Kemudian shohabat Kholid bin Walid ra. berani bertanya tentang alasan Rasulullah ﷺ tidak jadi mengambilnya, apakah daging dlon hukumnya haram. Lantas Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا ، وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ (رواه البخاري ومسلم)
“tidak, hanya saja hewan ini belum pernah ada di bumi kaumku, lantas aku mendapati diriku tidak mengambilnya.” HR. Bukhori

Setelah mendapat jawaban demikian, maka Kholid bin Walid memberanikan diri mengambil daging tersebut kemudian memakannya. dan hal tersebut dilihat langsung Rasulullah ﷺ  namun beliau tidak melarangnya.

  1. Rasulullah ﷺ meninggalkannya karena alasan lupa.

Misalnya adalah pada suatu saat Rasulullah pernah meninggalkan dua raka’at dari sholat yang mestinya empat raka’at. Kemudian para shahabat bertanya-tanya. Lantas dijawab oleh Rasulullah ﷺ  :

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي

”Aku adalah manusia seperti kalian. Aku lupa seperti kalian juga lupa. Ketika aku lupa maka kalian ingatkanlah aku.”

  1. Rasulullah ﷺ meninggalkannya karena khawatir bila hal tersebut diwajibkan bagi umat Islam

Misalnya adalah Rasulullah ﷺ meninggalkan sholat tarawih berjamaah karena beliau khawatir kalau semisal beliau tidak meninggalkannya makan umat Islam akan diwajibkan melakukan sholat tarawih berjamaah.

Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian di mana Rasulullah ﷺ tidak melakukan suatu hal bukan karena hal tersebut diharamkan atau makruh, namun lebih karena ada alasan-alasan tertentu.

Dalam satu hadits Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: ( مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ؛ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ ) – رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu ‘anh, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh)”
[Bukhari no. 7288, Muslim no. 1337]

Di Hadits di atas pelarangan Rasullah ﷺ digantungkan dengan apa saja yang dilarang buka yang beliau tinggalkan. Makanya Rasulullah menggunakan bahasa مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ (apa saja yang aku larang), tidak mengatakan ما تركته (apa yang aku tinggalkan).

dengan demikian maka sangat tidak benar apabila ada orang melarang orang lain melakukan suatu hal dengan alasan bahwa hal tersebut semata-mata tidak dilakukan oleh Rasullah ﷺ.

Semoga kita senantiasa dijaga oleh Allah Ta’ala dari segala sifat yang berlebih-lebihhan, serta semoga senantiasa mendapat ridlo dan rahmatNya. Amin

Wallallahu a’lam

penulis

muhammad zulfal arif

khuwaidim pp. baitul atieq cepoko nganjuk

Tentang Kami

Yayasan Pondok Pesantren Baitul Atieq adalah lembaga pendidikan agama Islam bermanhaj Ahlus Sunah Wal Jama’ah Annahdliyah (NU) terletak di lereng gunung Wilis, tepatnya di desa Cepoko, kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk. Dirintis oleh Alm. KH. Ahmad Thohir Musthofa (1960-2018) sejak tahun 1992.

Ayo Mondok & Sekolah!